darah "muncrat" bagai air mancur


cuap-cuap kebisingan melanda negeriku
balas berbalas, tuntut menuntut
terkadang carut maut kata-kata tertumpah
tak terelakkan bagaikan tsunami membanjiri

satu kata bak senapan
membunuh semua raga yang mengatas namakan keyakinan
darah-darah yang "muncrat" bagai air mancur
tak bisa berhenti untuk meluap

kesakitan yang tertancap
seolah menjadi luka menganga
berbondong-bondong orang berlari
menyelamatkan diri dari kepungan
atau seolah ingin menghantam
pada jiwa yang melatukkan senapan

oh
ketika mata maaf tak dapat lagi diterima
ketika mulut seolah menjadi pisau
dan ketika hati tak lagi merasa
disitulah, kutemukan luka menganga
mungkin saja tertera "dendam"
yang hadir di muka

Rayya, Cahaya Diatas Cahaya Part 1






Image result for arti pengantinku dalam film rayya


Padhang Bulan by 
Anda Pradana

cahaya kasih sayang
menaburi malam
hidayah dan rembulan 
menghadirkan Tuhan

alam raya...
cakrawala...
pasrah dan sembahyang...

yang palsu, ditanggalkan
yang sejati, datang 
yang dusta, dikuakkan
topeng-topeng, hilang...

jiwa sujud
hati tunduk
padaMu 
Tuhanku

lihatlah-lihatlah mentari baru
yang terbit dari dalam tekadmu
sesudah senja, diujung duka


nikmati hilang, mengalirnya cahaya...
mengalinya cahaya, mengalirnya cahaya...


Selintas, lirik di atas mungkin masih asing di telinga kita. Lirik yang susah untuk dipahami karena memiliki diksi unik yakni mengani agama dan spiritualitas. Yap, ini adalah lagu OST. Rayya (Cahaya di Atas Cahaya).Mungkin film itu sudah berlalu sekitar empat tahunan yang lalu. Namun, bagi saya film ini tidak akan pernah mati untuk dilihat dan dilihat lagi.

Well, film ini sangat-sangat saya acungi jempollllll. Empat jempol jari semua deh, saya kasih. Semua serba pas. Adegan tiap adegan dan kata tiap kata yang terangkai, selalu indah untuk ditelisik maknanya.

Awal mula saya menonton film ini karena seseorang yang mengatakan kalau film ini bagus. Ada makna dibalik tiap diksi. Ada agama tanpa adanya simbol-simbol agama. Ada Tuhan tanpa adanya kata-kata Tuhan dan ada "seksualitas" tanpa adanya sentuhan-sentuhan tangan bahkan maaf "kelamin".

What? Tuhan tanpa Tuhan? Agama tanpa simbol agama ? dan what seksualitas tanpa sentuhan?
Itulah yang seketika ada dalam pikiran saya. Setahu saya, sebuah film selalu identik dengan semua itu dengan menggunakan "tanpa". Mulailah dari situ, saya mulai mencari kemudian melihat film yang berdurasi 1 jam 54 menit ini.

Film ini, membuat saya merasakan apa yang terjadi pada diri saya. Di mana, populer, kemewahan dan semua hingar bingar keindahan dunia sangat didambakan oleh semua orang, termasuk diri saya. Hingga seorang Rayya mengajarkan kepada saya arti meninggalkan semua itu.

Rayya, seorang artis papan atas, bintang tanpa tandingan yang popularitasnya dieluh-eluhkan oleh semua orang. Dia memiliki segalanya. Kemewahan, materi, ketenaran, uang bahkan untuk mencari 100 lelaki yang bersujud dan mencium kakinya, dia pun bisa. Rayya, seolah-olah mengganggap dirinya sebagai "AKU" yang bisa melakukan apapun. Menyuruh semuanya berlaku sesuai dengan yang dia inginkan. Namun, dia lupa. Bahwa dia tak benar-benar bahagia.

Bram, lelaki yang amat ia cintai, pergi meninggalkannya. Dia menikah dengan perempuan lain dan memutuskan hubungan dengan Rayya secara sepihak. Saat itu juga, pertahanan Rayya jatuh berantakan. Rayya seolah kehilangan semua dunianya. Dan yang tersisa hanyalah dendam untuk mengakhiri hidupnya "Bunuh Diri".

Pada saat yang sama, sekuel tentang perjalanan hidup Rayya akan dibuat dokumenter. Rayya harus melakukan perjalanan sepanjang Jakarta-Bali untuk menyelesaikan proses dokumenter hanya ditemani oleh Fotografer. Tanpa ada asisten lain. Saat itu juga, Rayya dengan patah hatinya menjalani syuting. Adegan demi adegan, shoot demi shoot, foto demi foto, ia lakukan sesuai arahan Kemal. Lembayung senja, warna warni. Tetapi Kemal, sang fotografer telah membuatnya marah. Kebohongan pun ia lakukan untuk berdalih. Kata-kata bak penuh cacian terlontar dari mulut Kemal...

"yang gue pelajari itu pisau, pedang, parang, golok dan clurit"


"pisau itu kata-kata loe
pedang itu kalimat loe
parang itu mulut loe
golok itu lidah loe
clurit itu moncong loe"


Kebohongan telah membuat Rayya marah. Karena dengan kebohongan, Rayya ditinggalkan Bram. Kebohongan dan Kebohongan. Sampai akhirnya, Rayya pun berkata ...

"Jangan sekali-kali bilang, kebohongan adalah hal sepele"

silahkan berlajut pada part 2



Ramadhan, bolehkan aku menjumpaimu lagi ?


Image result for ramadhan
Ramadhan...
Hari ini, hari terakhir kamu singgah. Esok aku akan menjumpai hari nan suci, hari kemenangan. Orang-orang menanti, mendambakan dan merayakan hari itu. Ah sungguh indahnya hari itu. 😊😊

Tapi sungguh Ramadhan, berpisah denganmu, membuatku sedih. Karena kamu menghadirkan semua keindahan di setiap malam-malamku. Malam yang telah engkau hadirkan senyuman dalam wajah orang tuaku. Malam dimana aku bisa melihat senyum ibuku mengalun indah. 

Ketika suara adzan saat ramadhan, selalu ditunggu. Rasanya legaaaaa sekali kalau adzan sudah berkumandang. Ya, artinya waktu berbuka telah tiba. Waktu berbuka itulah yang selalu aku nantikan. Waktu pembuka di mana kehangatan berkumpul menjadi satu. Keluarga sederhana bapak Marno telah siap berkumpul. Menikmati sesegukan teh hangat sebagai penawar dahaga. Tak lupa gorengan dan pecel selalu ada. Ahhhh sambal kacang dan gorengan, enaknya kalian di mulut 😁😁😁😁.

Waktu berbuka, senyum selalu menyapa. Bahkan tak jarang canda dan tawa tak mau ketinggalan. Bapak ibu yang biasanya sibuk dengan urusan pekerjaan, berbaur menjadi satu dengan kami. Ahhhh menyenangkannya waktu itu. 
Seusai berbuka, adzan isya meminta untuk mendekat. Persiapan untuk ibadah Tarawih. Saat itu juga keluargaku berangkat menuju masjid. Kebahagiaan yang tak terukur nilainya. Berjalan beriringan dan tak jarang angin malam menyapa. Ohhh aku menemukan lagi kebahagiaan sederhana ini. Sepanjang perjalanan menuju masjid, bercerita dengan ayah dan ibu. Memandang senyum di wajah mereka. Tak jarang lelucon hinggap pada obrolan kami. Hingga langkah kaki terhenti untuk sejenak mengingatnya. 


Ramadhan,
Sungguh aku sangat bersyukur bertemu denganmu. Selalu saja kau hadirkan kebahagiaan sederhana bersama bapak dan ibu. Kebersamaan yang terkadang jarang aku temui pada bulan selainmu. Sungguh aku ingin menemuimu setiap tahun agar kebahagiaan sederhana itu bisa selalu kurasakan.



Ramadhan, bolehkan aku menjumpaimu lagi di tahun depan????
#perindumu vianadew 

DIA (Anji) - Entahlah, sangat suka lagu ini !

Oh Tuhan,
ku cinta dia
ku sayang dia
rindu dia, inginkan dia

beberapa bait lirik lagu tentang DIA
ya, DIA lagu yang dinyanyikan sama Anji but sekarang sering disapa "MANJI"

Seperti judul yang aku tuliskan dalam postingan kali ini. Entah kenapa aku sangat suka dengan lagu ini. Padahal sedang tidak mengalaminya, tidak bertemu dengan seseorang atau bahkan sedang jatuh cinta ! #curcol !

hehe,
btw, mungkin karena magnet lirik lagu ini nyentuh banget !

bagiku lagu ini mengisahkan seseorang yang jatuh cinta. Ia sangat ingin mencintai DIA. Ia lakukan apapun untuk selalu bersama DIA dan membuat DIA bahagia. Sampai-sampai ia meminta kepada TUHAN agar selalu bisa mencinta DIA dan cinta itu untuk untuk DIA. Setia dengan DIA.

DIA pun sebaliknya, rasa cinta ia dibalas dengan cinta dari DIA. Ia pun menjadi sangat sempurna karena dicintai DIA. Karena sebelumnya, Ia kecewa, sakit hati, terluka bahkan untuk tersenyum enggan. Tapi setelah DIA hadir, senyum itu kembali dan ia merasakan cinta lagi karena dicinta oleh DIA.


ohhhhh sweet sekali !
bagiku ini cinta yang sebenarnya. walaupun ditunjukan untuk kekasih, sesama manusia. Tanpa mengesampingkan Tuhan. Keduanya saling mencintai dan berharap rasa itu utuh hingga akhir. Tanpa ada orang ketiga, keempat ataupun kelima.




DIA - Animation Cover 




Di suatu hari tanpa sengaja kita bertemuAku yang pernah terluka kembali mengenal cintaHati ini kembali temukan senyum yang hilangSemua itu karena dia

Oh Tuhan ku cinta diaKu sayang dia, rindu dia, inginkan diaUtuhkanlah rasa cinta di hatikuHanya padanya, untuk dia

Jauh waktu berjalan kita lalui bersamaBetapa di setiap hari ku jatuh cinta padanyaDicintai oleh dia ku merasa sempurnaSemua itu karena dia


#Love from Viana Dew :) 

Pecinta dan Pengakuan

Pecinta
apakah itu pecinta ?

Welll,
kulihat banyak pecinta ingin diakui. Mereka ingin merasa ada pengakuan atas cinta yang mereka berikan. Entah pengakuan untuk dapat memiliki ataukah pengakuan untuk berbalik mendapatkan cinta.

Tapi saat aku merenung dalam kesendirianku, aku menapaki setiap memori dan pancaran visual mata yang kulihat. Perlahan-lahan, aku mengamati, menalar, memahami hingga aku pun menyimpulkan

Cinta dan Pecinta itu satu kesatuan tetapi keduanya berbeda.
Cinta ialah rasa yang ada di dalam diri Pecinta, dimana rasa itu berupa marah, sedih, emosi ataukah bahagia. Karena semua itu adalah cinta tergantung bagaimana diri menempatkan. Ketika seorang anak berbuat kesalahan, kemudian ibunya memarahinya. Apakah itu berarti sang ibu membenci anak itu ataukah ia sayang, cinta kepada anaknya ?
Silahkan berpendapat dengan diri masing-masing.

Sejatinya cinta akan selalu ada, meskipun tak ada timbal balik akan cinta yang diberikan.
Bagi pecinta, cinta bukan untuk diumbar. cinta bukan hanya kata yang diungkapkan. cinta bukan hanya tumpukan sajak-sajak puitis yang disajikan. Melainkan cinta, ada sebagai pengakuan.

Pecinta dan Pengakuan.
Ketika aku memiliki cinta, hatiku pasti akan berkata hingga mulut bisa berdusta. Tapi rasa cinta dalam hati itu yang akan mengaku. Ketika kubohongi diri, aku pun telah kalah akan cintaku. Aku memiliki cinta namun bukan sebagai Pecinta. Namun sebagai pengecut.

Pecinta tak butuh pujian.
Pecinta tak butuh kata-kata mesra.
Pecinta tak butuh pula sajak-sajak puitis.
Karena pecinta hanya ingin untuk mengaku.

ahhhh....
sungguh aku iri.
akan penulis yang menuliskan cintanya pada lembar-lembaran kertas.
pengakuan cinta yang teramat sangat dalam.
mengabadikan tiap kata hingga waktu takkan mampu untuk melunturkannya.
cetakan demi cetakan tinta bersarang penuh makna.
sang pecinta pun terus menuliskan rasa di hatinya.

entah rasa cinta itu hanyalah untuk melegakan diri.
ataukah pengakuan akan rasa yang terpendam selama ini.


Duhai Cinta, 
Bolehkah aku mengakuimu dalam sajakku ?
Bolehkan aku mengakuimu dalam renunganku ?
Atau bolehkah aku mengakuimu dalam goresan penaku ?

Aku cinta denganmu 
Tapi aku tak tahu bagaimana mengungkapkan itu
Yang aku tahu, inilah caraku 

Membisu dalam ucapan bibir
Akal diriku terus berpikir
Jari terus mengetik tanpa alur
Hingga hati berbisik teratur

Karena cintaku tak terbatas
Seluas jagad yang meluas
terurai mesra terbang bebas
karena cinta mengalir dengan deras