Tampilkan postingan dengan label Analogi. Tampilkan semua postingan

Pecinta dan Pengakuan

Pecinta
apakah itu pecinta ?

Welll,
kulihat banyak pecinta ingin diakui. Mereka ingin merasa ada pengakuan atas cinta yang mereka berikan. Entah pengakuan untuk dapat memiliki ataukah pengakuan untuk berbalik mendapatkan cinta.

Tapi saat aku merenung dalam kesendirianku, aku menapaki setiap memori dan pancaran visual mata yang kulihat. Perlahan-lahan, aku mengamati, menalar, memahami hingga aku pun menyimpulkan

Cinta dan Pecinta itu satu kesatuan tetapi keduanya berbeda.
Cinta ialah rasa yang ada di dalam diri Pecinta, dimana rasa itu berupa marah, sedih, emosi ataukah bahagia. Karena semua itu adalah cinta tergantung bagaimana diri menempatkan. Ketika seorang anak berbuat kesalahan, kemudian ibunya memarahinya. Apakah itu berarti sang ibu membenci anak itu ataukah ia sayang, cinta kepada anaknya ?
Silahkan berpendapat dengan diri masing-masing.

Sejatinya cinta akan selalu ada, meskipun tak ada timbal balik akan cinta yang diberikan.
Bagi pecinta, cinta bukan untuk diumbar. cinta bukan hanya kata yang diungkapkan. cinta bukan hanya tumpukan sajak-sajak puitis yang disajikan. Melainkan cinta, ada sebagai pengakuan.

Pecinta dan Pengakuan.
Ketika aku memiliki cinta, hatiku pasti akan berkata hingga mulut bisa berdusta. Tapi rasa cinta dalam hati itu yang akan mengaku. Ketika kubohongi diri, aku pun telah kalah akan cintaku. Aku memiliki cinta namun bukan sebagai Pecinta. Namun sebagai pengecut.

Pecinta tak butuh pujian.
Pecinta tak butuh kata-kata mesra.
Pecinta tak butuh pula sajak-sajak puitis.
Karena pecinta hanya ingin untuk mengaku.

ahhhh....
sungguh aku iri.
akan penulis yang menuliskan cintanya pada lembar-lembaran kertas.
pengakuan cinta yang teramat sangat dalam.
mengabadikan tiap kata hingga waktu takkan mampu untuk melunturkannya.
cetakan demi cetakan tinta bersarang penuh makna.
sang pecinta pun terus menuliskan rasa di hatinya.

entah rasa cinta itu hanyalah untuk melegakan diri.
ataukah pengakuan akan rasa yang terpendam selama ini.


Duhai Cinta, 
Bolehkah aku mengakuimu dalam sajakku ?
Bolehkan aku mengakuimu dalam renunganku ?
Atau bolehkah aku mengakuimu dalam goresan penaku ?

Aku cinta denganmu 
Tapi aku tak tahu bagaimana mengungkapkan itu
Yang aku tahu, inilah caraku 

Membisu dalam ucapan bibir
Akal diriku terus berpikir
Jari terus mengetik tanpa alur
Hingga hati berbisik teratur

Karena cintaku tak terbatas
Seluas jagad yang meluas
terurai mesra terbang bebas
karena cinta mengalir dengan deras



KETIKA FAJAR DATANG

Saat fajar mulai hadir, matahari mulai menampakkan cahaya di ufuk Timur, maka disitulah kehidupan baru mulai menyambut kita. Kala malam kita terlelap dalam buaian indah nan menenangkan. Namun tak sedikit orang menganggap malam sebuah sosok yang menakutkan. Disana hanya Ada gelap Dan juga sunyi.
Berbeda ketika fajar mulai datang. Hati lirih menyambut datangnya sang penerang. Udara sejuk terhidang di alam raya. Ketakukan berubah menjadi kebahagiaan. Ada kalanya seseorang menyukai malam Dan gelap hanya untuk mengadu, menjumput kekasih pada sepertiga malam terakhir. Tetapi terkadang Ada yang membenci malam Karena diri lebih menikmati bersama gemerlapnya cahaya dan kebahagiaan bersama makhlukNya ketika ada cahaya.
Ketika fajar datang, Ada makna menarik di dalam Sana. Kawan, terkadang kita selalu ingin bahagia selamanya Tampa Ada kesulitan ataupun duka yang meliputi. Tetapi tahukah kawan, bahwa fajar datang Dan mentari terbit setelah melewati malam?

Ya
Setelah melewati malam, fajar mulai hadir
Setelah melewati malam, matahari mulai menyingsing
Setelah melewati malam, embun mulai mwnyejukkan raga
Setelah melewati malam, kehidupan baru mulai diperbarui
Dan setelah melewati malam, harapan-harapan mulai tumbuh untuk diperjuangkan

Begitulah kehidupan kita.
Dalam hidup pasti kita selalu memiliki masalah.
Ketika satu masalah teratasi, masalah lain mulai menghampiri.
Namun, pernahkah kita memperhatikan Ada makna apakah dibalik sebuah masalah?

Setelah melewati masalah, diri mulai kuat menghadapi kerasnya hidup
Setelah melewati masalah, sikap manja berubah menjadi dewasa
Setelah melewati masalah, kita mulai memahami makna hidup adalah perjuangan
Setelah melewati masalah, seseorang mulai menghargai pengorbanan
Setelah melewati masalah, manusia tidak akan merendahkan orang lain
Dan setelah melewati masalah, harapan baru mulai hadir membawa keba
hagiaan


Cahaya Tak Tahu Kelebihannya

Di dalam kegelapan, semua makhluk hidup di dunia ini membutuhkan cahaya. Seoalah cahaya menjadi nafas kehidupan. Seperti lentera penerang. Namun, bisakah kita melihat cahaya tanpa adanya gelap ? atau bahkan terkadang cahaya tidak akan pernah  muncul jika dalam keadaan terang benderang.
Terkadang cahaya membutuhkan kegelapan karena dengan gelap, cahaya dapat terlihat. Cahaya dan gelap merupakan satu kesatuan yang diibaratkan sebagai dua sisi mata uang atau dalam kehidupan pasti ada dua pembanding. Seperti hitam dan putih. Sedih dan senang begitupun semua yang ada di dunia ini. Karena semuanya merupakan Sunatullah (ketentuan Allah).
Dalam kehidupan, setiap manusia selalu memiliki kelebihan dan kelemahan. Entah keduanya saling berkaitan dan saling membantu atau bisa jadi saling menjatuhkan satu sama lain. Tanpa adanya kelebihan, kita tidak akan mengetahui apa kelemahan kita. begitu pula kelemahan. Tanpa adanya kelebihan, kelemahan tidak akan terlihat. Jadi, tanpa pembanding, maka kita tidak akan tahu di mana kelebihan kita.

Jika tanpa pembanding, maka kamu tidak tahu dimana kelebihanmu. Jadilah cahaya di tengah kegelapan.

               Terkadang kita tidak tahu apa kelebihan kita dibanding dengan orang lain. Kita tidak pernah sadar bahwa semua yang diciptakan oleh Tuhan pasti memiliki kelebihan. Entah kelebihan itu sudah muncul atau belum muncul untuk dikembangkan. Di sini, ane analogikan seperti cahaya. cahaya hanya memiliki cahaya. ia tidak memiliki hal lain untuk diberikan kepada orang selain yang dimilikinya itu. Ia tidak tahu apa kelebihannya ketika ia selalu bersama dengan semua benda yang menghadirkan cahaya. Lantas, saat ia bersama dengan kegelapan, ia akan mengetahui bahwa dengan adanya cahaya, gelap tidak akan menyimpan ketakutan. Dengan adanya cahaya, maka kehidupan baru akan muncul. Semua orang akan menyukainya. 
             Namun yang jelas, selagi cahaya ada untuk menerangi, maka terangilah orang-orang dengan cahaya itu. Seperti halnya hidup. Jadilah diri seperti cahaya. Cari semua kelebihan kita. Jangan hanya merenungi diri karena kita membandingkan diri dengan orang lain. Sehingga yang tampak hanyalah kelemahan dan kekurangan diri. Mungkin memang kita kurang dalam suatu hal namun pastilah kita lebih dalam hal lain.

            Jadilah diri seperti cahaya. di mana cahaya selalu menerangi kegelapan. Sinarilah orang-orang yang ada di sekitar kita. Jangan sampai kita hanya bersinar sendiri namun sekitar kita tetap gelap. Layaknya sebuah lilin, satu lilin yang menyala akan dapat menyalakan semua lilin. Sehingga ketika semua lilin itu dinyalakan, maka tak ada lagi kegelapan dalam ruangan itu. Ya. Yang ada hanyalah terang. 


Gerimis hujan mendatangi, pelangi mulai menghampiri

Hari ini ane mulai menyadari akan satu hal di mana sesungguhnya dalam hidup, kita perlu  produktif menghabiskan umur dengan hal yang berguna. Bermula dari 2 buku yang saya baca tadi pagi Karya rifai rifan. Penulis muda ini, mengajak para pembacanya untuk memahami makna Dari hidup.

Ya, makna hidup.
Hingga ane dapat menyimpulkan.
Bahwa hidup tidak hanya seperti angin yang memberi kesejukan lalu pergi berlalu
Bukan pula seperti air yang mengalir mengikuti arus yang Ada

Tetapi hidup lah seperti hujan
Kenapa hidup seperti hujan?
Hujan, hadirnya memang terkadang membuat orang resah dengan menghadiahkan banjir
Tetapi hujan pula lah yang menumbuhkan tanaman untuk dapat kita makan.

Namun ada lagi satu hal yang pasti, dengan datangnya hujan maka pelangi akan hadir memberi warna menyinari bumi.
Seperti Itulah hidup kita. Menjadi manusia bermanfaat yang menghadirkan pelangi untuk mewarnai hati dan hidup orang lain. Meskipun terkadang banyak orang yang mengeluh dengan kehadiran kita. tetapi percayalah ketika kita sudah berperan bagaikan pelangi, keluh kesah itu akan berganti dengan kasih sayang.