Tampilkan postingan dengan label wanita. Tampilkan semua postingan

Auditori, Kinestetik atau Visual ?

Image result for anak-anak

Hai calon ibu-ibu muda.
Meskipun saya belum menjadi ibu, perkenankan saya untuk menulis beberapa kalimat pada postingan kali ini. Karena kata orang, setinggi apapun ilmu jika tidak diamalkan atau dibagi, pasti akan sia-sia. Jadi, saya ingin mencoba menuangkan ilmu saya selama menjalani pendidikan keguruan di sini, hehe

Saya bisa dibilang mungkin sebagai seorang pendidik tetapi belum berpengalaman. Karena saya masih memberi pendidikan untuk anak-anak lain tetapi anak sendiri belum. Maklum belum menikah dan punya anak. Namun, beberapa tahun terakhir ini, saya tidak pernah lepas dari yang namanya anak-anak. Mulai dari anak TK sampai anak SD. Begitupun dengan berbagai karakteristik masing-masing.

Berawal dari latar belakang pendidikan saya sebagai seorang guru, terutama guru SD. Seringkali saya dekat dengan anak-anak bahkan mungkin anak yang saya ajar itu lebih dekat dengan saya dibandingkan dengan ibu kandungnya sendiri. Maklum, ibu-ibu sekarang kebanyakan memilih untuk berkarir dan memberikan kepercayaan pendidikan pada guru Les.

Beberapa dari anak yang saya didik melalui Les private, saya mengamati, bahwa tiap anak itu berbeda-beda dan unik. Pola pembelajaran yang diberikan pun juga beragam tidak terpacu pada satu pedoman karena anak memiliki cara belajar masing-masing. Ada anak yang tidak mau diam saat belajar, sukanya berjalan-jalan atau bahkan fokus melihat hal lain, bisa dikatakan dia memiliki pola belajar kinestetik. Mungkin ada juga anak yang suka melihat gambar-gambar, dia sangat mudah mengerti pembelajaran jika bermain warna dan melihat, mengamati benda-benda di sekitarnya, mereka termasuk anak dengan pola belajar visual. Serta ada 1 lagi tipe belajar anak yakni tipe auditori. Anak tipe ini tidak terlalu mempermasalahkan soal penampilan dan penglihatan. Mereka cenderung memahami materi hanya dengan mendengar berulang-ulang atau bahkan mengingat materi lewat ucapan tanpa perlu untuk memberikan gambar.

Namun lain halnya dengan anak yang memiliki pola belajar gabungan. Seperti audio+visual, audio+kinestetik ataupun visual+kinestetik. Biasanya jika anak memiliki 2 pola belajar gabungan yang seimbang, anak bisa mengoptimalkan kerja otak kiri dan otak kanan sehingga mereka bisa kreatif dan cerdas. Anda bisa membaca cara mengoptimalkan otak kanan dan otak kiri di sini.

Adapun ciri-ciri pola belajar anak menurut tipw belajar mereka.
Tipe Auditori
Tipe Visual
Tipe Kinestetik


Harapan Seorang Ibu

Kali ini saya ingin membicarakan tentang seorang perempuan yang luar biasa. Makhluk ciptaan Tuhan yang bagi saya sungguh mulia, IBU. 

Pernahkah engkau menanyakan kepada ibu kalian, apa yang diinginkan oleh ibu kalian untuk anak gadisnya ?
Cobalah tanyakan pada ibu kalian, apa yang beliau inginkan.

Seorang ibu, tidak menginginkan anaknya gadisnya pandai
Seorang ibu, tidak menginginkan anaknya gadisnya kaya raya
Seorang ibu, tidak menginginkan anaknya gadisnya sibuk mencari uang
Seorang ibu, tidak menginginkan anaknya gadisnya selalu keluar rumah mengikuti tren
Keinginan tertinggi seorang ibu, bukanlah itu semua.

Melainkan seorang ibu,
hanya ingin anak gadisnya menjadi Wanita Sholehah.


Sedikit kisah perjalanan hijrah saya :


Pernah suatu hari, saya menyakiti hati ibu saya hingga beliau meneteskan air mata. 
Sungguh saat itu saya sadar, saya telah menyakiti hati beliau. 
Sampai-sampai saya menangis dan meminta maaf pada ibu saya. 
Dengan mata masih berkaca-kaca, ibu saya berucap :
"nak, ibu menyekolahkanmu bukan untuk menjadikanmu anak pembangkang
Ibu cuman ingin melihatmu tumbuh menjadi anak sholehah, wanita sholehah
hanya itu, nak"
Seketika itu, meleleh air mata saya mendengar rintihan ibu
Hingga saya sadar, selama ini saya jauh dari kata itu
Jauh dari "sholehah"
Lalu mulailah saya mencari tahu makna sholehah 
dan mencoba berlatih menjadi wanita sholehah


Wanita Sholehah yang mencintai Allah diatas segalanya.
Wanita Sholehah yang pandai akan ilmu agama.
Wanita Sholehah yang menghormati ibu bapaknya.
Wanita Sholehah yang selalu mendoakan kedua orang tuanya.
Wanita Sholehah yang memberi kasih sayang untuk keluarganya.
Wanita Sholehah yang menjaga kehormatan dirinya.  
Wanita Sholehah yang kelak menjadi tabungan orang tua di akhirat.

Itulah saudariku, keinginan terbesar ibu kita. 

  • Bukan harta kekayaan yang selalu kita cari, tapi kita melupakan dan mengabaikan beliau.
  • Bukan kepandaian yang hanya diukur dalam prestasi, tapi pandai menyenangkan hati ibu bapaknya.
  • Bukan yang selalu keluar rumah untuk memperhatikan fashion terbaru,tetapi saat berada di dalam rumah lalu menjadi kebahagiaan untuk orang tua yangkembali dari lelah bekerja.


Oh ibu..
Anakmu ini jauh sekali dari sholehah. 





Hati Wanita

hati wanita tak ubahnya bagaikan kaca
jernih dan memantulkan bayangan visual nan indah
penuh kedamaian dan kehangatan
jauh di dalam hati itu
tersimpan kerinduan dan kesucian cinta

hati wanita bagaikan kaca
ketika engkau menjaga, merawat kaca, kaca itu akan terlihat lebih mengkilap
penuh dengan kejernihan pandangan ketika engkau menatapnya
namun jangan terlalu keras engkau memegang kaca
ketika engkau memegang dengan keras, kaca akan mudah jatuh kemudian pecah



Kerinduan Hati Wanita

tutur kata yang lembut ibarat air yang menenangkan
sopan santun berperilaku menampakkan ketundukan
hijab yang menjuntai laksana perisai dalam keramaian
membaur menjadi satu keanggunan muslimah tiada berbatas

aku ingin menjadi wanita itu
wanita yang penuh dengan kelembutan dan tutur kata halus
senantiasa menjaga pandangan
selalu menebar kasih sayang

aku ingin menjadi wanita itu
setiap langkah yang ia tempuh
selalu membawanya menuju keridhoan Ilahi
meniti jembatan perlahan-lahan namun pasti

aku ingin menjadi wanita itu
terjada pada hijab yang dikenakan
senyum manis yang selalu ia tawarkan
senantiasa menjadi penyejuk di kala hati mendung

bisakah aku menjadi wanita itu?
wanita sholehah yang dirindukan Surga
wanita sholehah layaknya Khadijah, Fatimah dan Aisyah
mendambakan diri menjadi sang penguasa surga

oh Allah,
masihkah diri ini layak berada di jalanMu ?
masihkan diri ini menuju jannahMu ?